Modalnya hanya US$ 12 atau Rp 162.000
Usianya baru 15 tahun, namun Hannah Herbst telah membuat temuan jenius yang bisa membantu negara-negara berkembang.
Gadis dari Boca Raton, Florida, Amerika Serikat itu memenangkan lomba
desain Discovery Education 3M Young Scientist Challenge tahun ini. Dia
merancang sebuah alat jenius yang bisa menghasilkan listrik dan air
segar dari arus laut untuk negara-negara berkembang.
Atas penemuan menakjubkan tersebut, Hannah berhak membawa pulang
hadiah uang US$ 25.000 dan gelar "Ilmuwan Termuda Amerika" di kompetisi
yang digelar di 3M Innovation Center di St. Paul, Minnesota.
Hannah kepada laman Business Insider mengatakan alat tersebut
terinspirasi oleh sahabat penanya yang berusia 9 tahun di Ethiopia dan
mengalami kesulitan dalam mengakses listrik. "Aku bahkan tidak bisa
membayangkan sehari tanpa listrik," kata Hannah.
Alat ciptaan Hannah terbuat dari bahan sederhana dan hanya
menghabiskan biaya US$ 12 atau Rp 162.000. Dengan rangkaian yang
terbilang sederhana, alat ciptaan Hannah terlihat seperti turbin mini,
yang bisa mengubah gerakan mekanis arus laut menjadi listrik. Dengan
alat itu, Hannah mampu menyalakan satu rangkaian lampu LED.
Menurut perhitungannya jika desain alat dibuat dalam skala besar,
maka bisa menghasilkan listrik yang cukup untuk mengisi tiga baterai
mobil sekaligus dalam waktu kurang dari satu jam. Dan energi itu juga
cukup untuk memompa air asin untuk proses desalinisasi sehingga
menciptakan sumber air bersih untuk negara-negara berkembang.
Dalam kompetisi itu, Hannah harus bersaing dengan delapan finalis lainnya.
Di posisi kedua ditempati oleh Raghav Ganesh, murid kelas delapan
dari San Jose, California. Dia menciptakan sebuah penemuan yang memantau
faktor fisiologis dan lingkungan yang dapat memicu kebocoran pada orang
dengan Autism Spectrum Disorder.
Tempat ketiga dimenangkan oleh Amulya Garimella, siswa kelas tujuh
dari Pittsburgh, Pennsylvania, yang menciptakan sebuah sistem yang
memonitor gelombang otak EEG dan memberikan peringatan kepada pengguna
ketika dia terganggu.
Hannah mengatakan sebagian hadiah yang diterimanya akan disumbangkan
ke teman Ethiopia-nya itu dan pembangunan gedung baru di sekolahnya.
Sementara sisanya akan dimasukkan ke tabungan pendidikannya.
"Aku juga akan terus bekerja bersama mentor di 3M untuk
menyempurnakan alat penghasil energi dari laut ini sebelum diterapkan di
negara-negara berkembang," katanya.
Sumber :