"Saya Anthony, saya seorang Kristen di London. Sebagai solidaritas, Ramadan hingga Ied. Tidak akan makan dan minum siang hari! #Christians4Ramadan," tulis Anthony Murley melalui akun @ajrmurls.
Tagar ini ramai digunakan pada akhir Juni lalu dan hingga kini telah dikicaukan lebih dari 1.985 kali. Banyak orang yang memberikan respon positif terhadap ini.
Ulil Abshar Abdalla, seorang intelektual Islam, dalam akun @ulil ikut memberikan apresiasi.
"Ada tagar #christians4ramadan sebagai bagian dari gerakan dialog antaragama di Amerika. Orang-orang Kristen ikut puasa sebagai kesetiakawanan. Menarik."
Terinspirasi #Muslim4Lent
Shoulder-to-Shoulder, sebuah organisasi antar agama yang mendedikasikan kampanyenya untuk mengakhiri sentimen anti-Muslim di AS, mengatakan banyak umat Kristiani kini mengikuti gerakan #Christians4Ramadan.
Dalam akun Twitter-nya, @S2Scampaign, mereka mengatakan bahwa gerakan ini terinspirasi dari gerakan #Muslims4Lent.
Tagar itu sempat populer pada akhir Maret 2015 sebagai simbol solidaritas umat Muslim untuk umat Kristiani yang merayakan Paskah.
Dalam gerakan itu, sejumlah warga Muslim di dunia ikut melakukan puasa selama 40 hari yang biasa dilakukan oleh umat Kristiani menjelang Paskah.
Ada yang berkomitmen untuk 'puasa gula', 'puasa belanja online', hingga 'puasa makan keju.'
Kepada BBC Trending, sang inisiator Bassel Riche dari kelompok "Eid Pray Love" mengatakan #Muslim4Lent dilakukan untuk memicu dialog antaragama, terutama setelah banyaknya protes melawan ekstremisme.
Di Inggris, dalam tiga tahun terakhir ini, para mahasiswa membentuk proyek yang dinamakan Tenda Ramadan dengan mengundang non-Muslim untuk mengangkat solidaritas antaragama.
KOTAK KOMENTAR
|
|
No comments:
Post a Comment